Muara Teweh, 27 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali memperkuat dukungannya terhadap pengembangan koperasi melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Tahun 2025. Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati, Drs. H. Ardian, pada Kamis pagi di Aula SMPN 1 Muara Teweh.
Acara tersebut menghadirkan peserta dari berbagai instansi, termasuk kepala perangkat daerah, camat, pihak perbankan, ketua APDESI, Ketua Dekopinda, para kepala desa serta pendamping desa. Keterlibatan semua unsur ini diharapkan mampu memperkuat sinergi menuju percepatan aktivasi koperasi.
Bupati Barito Utara, melalui sambutan tertulisnya, menegaskan bahwa koperasi Merah Putih merupakan bagian penting dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Karena itu, percepatan operasionalnya menjadi keharusan yang harus dilakukan bersama-sama secara serius dan terarah.
Salah satu indikator percepatan yang ditekankan Bupati adalah hadirnya berbagai layanan koperasi di masyarakat. Gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit simpan pinjam, hingga layanan logistik menjadi kebutuhan mendesak yang harus disiapkan oleh setiap koperasi Merah Putih di desa dan kelurahan.
Namun, meski 96 koperasi Merah Putih telah terbentuk, hanya 6 yang beroperasi penuh. Gap besar ini menunjukkan perlunya penanganan serius terkait manajemen koperasi, dukungan sumber daya, hingga kesiapan sarana.
Melalui rakor ini, pemerintah berharap ada kesepahaman dan komitmen bersama untuk mempercepat pembenahan dan aktivasi koperasi. Seluruh peserta diminta untuk mengidentifikasi hambatan di tingkat kecamatan dan desa agar dapat diselesaikan secara kolaboratif.
Forum ini juga menjadi sarana berbagi informasi antara perbankan, perangkat desa, dan koperasi agar pembiayaan dan persiapan usaha dapat berjalan lebih baik. Percepatan operasional koperasi dinilai tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak, tetapi harus bersama-sama.
Dalam penutup sambutannya, Bupati menekankan bahwa koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Program ini dipercaya mampu menekan inflasi, memperbaiki rantai pasok, dan membuka lapangan kerja baru bagi warga.
Rakor berakhir dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjalankan komitmen yang telah disepakati demi majunya ekonomi desa di Barito Utara.(Kyl)
