Muara Teweh – Kabupaten Barito Utara dikenal dengan masyarakatnya yang multietnis. Dalam keberagaman itu, bahasa daerah berperan besar sebagai alat pemersatu antarwarga.
Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Hj Maya Savitri Shalahuddin saat menghadiri Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025. “Setiap bahasa daerah membawa nilai harmoni. Saat kita saling memahami, persaudaraan semakin kuat,” katanya.
Festival ini menjadi wadah memperkenalkan empat bahasa lokal utama di Barito Utara: Pakumpai, Mayan, Saboyan, dan Dusun Malang.
Menurut Hj Maya, pelestarian bahasa daerah berarti juga memperkuat toleransi dan rasa saling menghargai. “Bahasa bukan hanya suara, tapi juga jembatan hati,” ujarnya.
Ia berharap semangat persatuan ini bisa tumbuh dari sekolah hingga ke masyarakat luas.(Kyl)
Sumber : Humas Barut
