Muara Teweh – 11/11/2025
Suhendra, Anggota DPRD Barito Utara, meminta perusahaan melakukan evaluasi ulang terhadap mekanisme kompensasi lahan agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menilai banyak keluhan muncul karena sistem ganti rugi yang tidak berpihak pada warga.
Ia menyebut bahwa tanaman produktif seperti karet, rotan, dan buah-buahan sering kali tidak dihargai sesuai dengan nilai ekonominya. Padahal, tanaman tersebut merupakan sumber utama pendapatan masyarakat.
Menurutnya, perusahaan harus memperhitungkan nilai tanaman berdasarkan usia, produktivitas, dan potensi pendapatan. Penilaian yang tidak akurat dapat merugikan warga dalam jangka panjang.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menjaga lahan mereka sampai ada kesepakatan jelas. Perusahaan tidak boleh memaksakan kehendak tanpa persetujuan warga.
Suhendra mendorong perusahaan untuk menerapkan sistem komunikasi dua arah agar warga tidak merasa diabaikan. Keterbukaan merupakan kunci penyelesaian masalah lahan.
Ia percaya bahwa hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat akan tercipta apabila perusahaan lebih memperhatikan hak warga. Keberlanjutan investasi sangat bergantung pada hal tersebut.
Ia berharap perusahaan segera memperbaiki mekanisme ganti rugi agar tidak terjadi konflik di lapangan.(Kyl)
